GoTo Buka Suara atas Penetapan Nadiem Makarim sebagai Tersangka Korupsi Chromebook: Pernyataan, Sikap, dan Komitmen Perusahaan

Pada 7 September 2025, Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya, menyampaikan pernyataan penting:

  • GoTo menyampaikan “penghormatan penuh terhadap proses hukum yang tengah berjalan,” termasuk pentingnya transparansi dan keadilan dalam setiap tahapan penegakan hukum di Indonesia.
  • Ade menyatakan bahwa kabar ini membawa rasa mendalam bagi seluruh keluarga besar GoTo.

Ade menegaskan bahwa Nadiem adalah sosok yang visioner — pendiri Gojek yang berhasil membuktikan bahwa impian anak bangsa bisa berdampak luas. Ia pun menyampaikan empati, rasa hormat, dan terima kasih yang tulus, serta doa terbaik untuk Nadiem dan keluarganya.

GoTo menegaskan bahwa sejak Oktober 2019, Nadiem tidak lagi memiliki peran sebagai pejabat eksekutif, komisaris, atau karyawan di perusahaan—bahkan sebelum menjadi menteri Operasional dan tugasnya sebagai mendikbud tidak terkait sama sekali dengan GoTo ﹣ termasuk pengadaan Chromebook yang tengah diselidiki.

Sebagai perusahaan publik, GoTo menegaskan terus menjalankan operasional secara independen, akuntabel, dan profesional. Perusahaan tetap menjaga integritas dan tata kelola yang terbuka ﹣ terutama di tengah dinamika hukum ini.

Kasus ini bermula dari dugaan korupsi pengadaan Chromebook senilai Rp 9,9 triliun di Kemendikbudristek pada periode 2020–2022 ﹣ ketika Nadiem masih menjabat sebagai menteri.

GoTo menanggapi penetapan Nadiem sebagai tersangka dengan sikap hormat terhadap proses hukum, menyampaikan empati dan terima kasih atas kontribusinya, serta menegaskan ketiadaannya hubungan operasional dengan perusahaan—semua ini memperkuat komitmen tata kelola profesional di tengah krisis.

Exit mobile version